
Albajuri News, Ponorogo. Jika bulan Ramadhan telah sampai pada ujungnya, maka bulan Syawal menyambut di depannya. Lebaran saat Syawal di Indonesia ini pun digunakan sebagai momen untuk saling memaafkan dan mempererat silaturahmi. Kembali suci di hari yang fitri dengan saling mengkosongkan keluputan yang tidak dipungkiri kepemilikannya tiap insan. Kegiatan ini kemudian kerap kali tertuang dalam tradisi Halal bi Halal. Maksudnya mengubah atau melebur sesuatu yang salah dengan yang benar, yang halal, bermakna kebaikan.
Tradisi Halal Bihalal menjadi salah satu momen penting setelah Hari Raya Idul Fitri, khususnya di lingkungan pendidikan seperti madrasah. Kegiatan ini bukan hanya sekadar ajang saling memaafkan, tetapi juga menjadi sarana untuk mempererat tali silaturahmi antara siswa, guru, dan seluruh warga madrasah.
Di MTs. Ma’arif Al-Bajuri, kegiatan Halal bi Halal rutin dilaksanakan setiap tahun. Tahun 1446 H (2025) ini, dilaksanakan pada hari Rabu (9/4/2025), hari pertama masuk setelah libur panjang puasa dan hari raya Idul Fitri. Kegiatan ini diawali dengan saling bermaaf-maafan antar keluarga intra madrasah, yakni para siswa dan seluruh Bapak/Ibu guru. Tentunya, diisi pula oleh sambutan Kepala Madrasah MTs. Ma’arif Al-Bajuri, Bpk. Erwin Akhid Muzayin, S.Pd. yang menyampaikan makna Idul Fitri dan rasa syukur dapat dipertemukan dan beraktivitas kembali. Kemudian, dilanjutkan dengan saling berjabat tangan antar warga madrasah sebagai simbol saling memaafkan.
Tidak berhenti di antara warga sekolah, seluruh guru dan para siswa bersilaturahmi serentak ke lingkungan madrasah. Mulai dari komite, hingga tetangga-tetangga yang ada di lingkungan madrasah. Kegiatan ini dilaksanakan atas dasar madrasah yang letaknya berdampingan dengan masyarakat, tentu memiliki kesalahan baik disadari maupun tidak terhadap sekitarnya. Sehingga, amat perlu untuk meleburnya dengan niat yang suci. Selain itu, juga dimaksudkan untuk mempererat silaturahmi, saling mengenal dengan rukun, dan menciptakan lingkungan yang kaya dengan jiwa sosial dan damai dalam tegur sapa.

Dengan demikian, makna Halal Bihalal lebih dari sekadar formalitas. Di dalamnya terkandung nilai-nilai Islami seperti mempererat ukhuwah, membangun kebersamaan, serta menumbuhkan semangat baru untuk terus berbuat kebaikan setelah Ramadhan berlalu. Guru, siswa, dan masyarakat berbaur tanpa sekat, menciptakan suasana hangat dan harmonis yang jarang ditemui di hari-hari biasa. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi media pembelajaran karakter bagi para siswa untuk menghayati pentingnya memaafkan, menjaga hati, dan menghormati sesama. Sehingga ke depannya, lingkungan madrasah menjadi lebih solid, penuh rasa kekeluargaan, dan kondusif untuk proses pembelajaran.
Dokumentasi:
https://www.instagram.com/reel/DINlZ_0Sm55/?igsh=OTJidjRuNW5nZWRi