
Albajuri news, ponorogo. Ramadhan menjadi salah satu bulan paling dinanti dan dirindukan setiap muslim di seluruh dunia. Pasalnya keutamaan bulan yang datangnya setiap tahun ini sudah dikabarkan oleh Allah SWT dan Rasul-Nya. Karena itu, selain melaksanakan ibadah puasa yang wajib, banyak muslim yang berbondong-bondong melaksanakan ibadah sunnah seperti salat tarawih, tadarus (membaca Al-Qur’an), menghadiri pengajian ilmu, dan sebagainya. Ramadhan juga menjadi sarana untuk membentuk karakter Islami dengan memperbaiki diri. Bahkan, bukan hanya di lingkungan masyarakat, di lingkungan pendidikan pun juga difokuskan untuk meningkatkan iman dan takwa.
MTs. Ma’arif Al-Bajuri sebagai lembaga pendidikan di bawah naungan LP Ma’arif NU dalam kaitanya dengan pembelajaran di bulan Ramadhan juga turut memfokuskan pada pembinaan agama setiap tahunnya. Salah satu realisasinya adalah melaksanakan Pondok Ramadhan selama empat hari mulai Senin 17 Maret-20 Maret 2025. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman siswa terhadap ajaran Islam serta membentuk karakter yang berakhlak mulia.

Kegiatan pondok Ramadhan ini dimulai dengan melaksanakan salat Dhuha berjamaah dilanjutkan membaca Surah Al-Waqiah bersama-sama. Setelah itu, para siswa kembali ke kelas masing-masing dan dilanjutkan dengan beberapa materi yang sampaikan oleh Bapak/Ibu guru sesuai jadwal yang disepakati. Materi-materi yang disampaikan ialah seputar bulan Ramadhan pun juga beragam seperti makna puasa Ramadhan, salat tarawih, salat witir, zakat, cinta ilmu, kisah-kisah inspiratif para nabi atau tokoh agama dan amalan-amalan lainnya baik yang mahdah maupun gairu mahdah di bulan Ramadhan. Di dalamnya para siswa juga aktif bertanya dan mengutarakan pendapatnya seputar tema yang diangkat. Hal ini sekaligus menarik daya berpikir kritis dalam menanggapi atau mencari solusi terhadap suatu hal.
Setelah materi, para siswa istirahat sejenak untuk me-refresh tenaga dan pikirannya dan melanjutkan kegiatannya dengan tadarus bersama dibina oleh Bapak/Ibu guru. Kegiatan tadarus atau membaca Al-Qur’an ini dilakukan secara bergilir per anak dan disimak oleh semua rekannya termasuk Bapak/Ibu guru. Sebagaimana yang diketahui bahwa membaca Al-Qur’an di bulan Ramadhan sangat dikhabarkan keutamaannya. Dalam tadarus, selain menampah pahala, juga melatih para siswa untuk berani bersuara (percaya diri), saling membenarkan kesalahan atau kekeliruan yang ada, bersama mendengarkan keindahan bait-bait Al-Qur’an dengan seksama, dan membiasakan diri memperbanyak bacaannya di bulan suci ini. Sebab sebaik-baik orang adalah ia yang mau membaca Al-Qur’an dan mengajarkannya.
Dari kegiatan ini, tentu dapat perlahan membentuk karakter Islami yang kuat, mempererat ukhuwah Islamiyah antar siswa, serta menanamkan kecintaan terhadap ibadah sejak usia remaja. Sehingga, siswa tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki akhlak mulia dan tangguh secara spiritual. Jika bukan dari sekarang dibiasakan, maka kapan akan menjadi terbiasa. Muslim yang kuat salah satunya juga terdapat pada kekuatan ilmu dan agamanya. Semoga kegiatan positif ini terus dilestarikan dan menjadi bekal berharga bagi generasi Islam.
Dokumentasi: